Peran Fitur Monetisasi Facebook dalam Mentransformasi Ibu Rumah Tangga Menjadi Konten Kreator

Main Article Content

Rida Anjani
Reza Ardian Hidayat

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah posisi pengguna dari konsumen pasif menjadi produsen konten aktif (prosumer), terutama melalui kehadiran fitur monetisasi platform. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fitur monetisasi Facebook dalam mentransformasi peran ibu rumah tangga (IRT) dari pengguna konsumtif menjadi konten kreator, serta menjelaskan perubahan ekologi media Facebook yang mendukung transformasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat IRT yang telah memonetisasi akun Facebook serta observasi terhadap aktivitas konten pada akun mereka. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur monetisasi seperti Iklan Reels, Bonus, Bintang, dan Langganan berperan sebagai pemicu transformasi karena menghadirkan insentif ekonomi, orientasi produksi konten, serta pola interaksi baru dengan audiens. Selain itu, kehadiran dasbor profesional, data analitik, alat kreator, dan komunitas sesama kreator mempercepat pembentukan keterampilan digital IRT. Temuan ini menegaskan bahwa Facebook tidak hanya berfungsi sebagai saluran komunikasi, tetapi sebagai lingkungan media yang membentuk perilaku, strategi, dan relasi sosial- ekonomi penggunanya. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat relevansi perspektif ekologi media dalam membaca transformasi peran pengguna pada platform digital. Secara praktis, temuan ini menunjukkan potensi media sosial sebagai ruang pemberdayaan ekonomi bagi perempuan di ranah domestik.

Article Details

How to Cite
Anjani, R., & Reza Ardian Hidayat. (2026). Peran Fitur Monetisasi Facebook dalam Mentransformasi Ibu Rumah Tangga Menjadi Konten Kreator. Jurnal Pewarta Indonesia, 8(1), 49–56. https://doi.org/10.25008/jpi.v8i1.280
Section
Articles

References

Abidin, C. (2018). Internet celebrity: Understanding fame online. Emerald Publishing.

Bruns, A. (2008). Blogs, Wikipedia, Second Life, and beyond: From production to produsage. Peter Lang.

Bucher, T. (2018). If...then: Algorithmic power and politics. Oxford University Press.

Cotter, K. (2019). Playing the visibility game: How digital influencers and algorithms negotiate influence on Instagram. New Media & Society, 21(4), 895–913.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (Eds.). (2018). The Sage handbook of qualitative research (5th ed.). Sage.

Duffy, B. E., Pinch, A., Sannon, S., & Sawey, M. (2021). The nested precarities of creative labor on social media. Social Media + Society, 7(2), 1–12.

Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press.

Khamis, S., Ang, L., & Welling, R. (2017). Self-branding, ‘micro-celebrity’ and the rise of social media influencers. Celebrity Studies, 8(2), 191–208.

McLuhan, M. (1964). Understanding media: The extensions of man. McGraw-Hill.

Meta for Creators. (2024). Creator monetization tools and eligibility

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage.

Nieborg, D. B., & Poell, T. (2018). The platformization of cultural production. New Media & Society, 20(11), 4275–4292.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage.

Poell, T., Nieborg, D., & van Dijck, J. (2019). Platformisation. Internet Policy Review, 8(4), 1–13.

Ritzer, G., & Jurgenson, N. (2010). Production, consumption, prosumption. Journal of Consumer Culture, 10(1), 13–36.

Toffler, A. (1980). The third wave. William Morrow.

van Dijck, J., Poell, T., & de Waal, M. (2018). The platform society: Public values in a connective world. Oxford University Press