Representasi Kepemimpinan Populis Dedi Mulyadi dalam Konten YouTube “Bocor Halus Politik” Majalah Tempo
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memengaruhi dinamika politik dan gaya kepemimpinan di Indonesia, termasuk munculnya gaya kepemimpinan populis yang menekankan kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gaya kepemimpinan populis Dedi Mulyadi melalui video YouTube Bocor Halus Politik: “Populisme Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi” yang diproduksi oleh Majalah Tempo. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis dengan pendekatan kualitatif berdasarkan tiga dimensi Norman Fairclough, yaitu analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan, video tersebut membangun citra kepemimpinan Dedi Mulyadi sebagai sosok yang merakyat, adaptif terhadap teknologi digital, dan mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam komunikasi organisasinya. Penggunaan analogi budaya dan visualisasi simbolik memperkuat narasi kepemimpinan yang berwibawa dan berakar pada kearifan lokal. Selain itu, video juga menggambarkan dinamika komunikasi organisasi yang melibatkan keluarga dan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan komunikasi politik. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana media digital membentuk persepsi publik terhadap gaya kepemimpinan populis di tingkat pemerintahan daerah, serta peran komunikasi organisasi dalam mengelola citra dan legitimasi politik.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Arifin, M. (2023). Populisme dan "Personal Branding" Politisi. DetikNews.
Arsyad, A., Dzaljad,, R., Nurmiarani,, M., & Rantona, S. (2024). Media Sosial sebagai Agen Transformasi Politik: Analisis Pengaruh terhadap Proses Komunikasi Politik. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial. JUPENDIS, 2(2), 240-251.
Couldry, N. (2012). Media, Society, World: Social Theory and Digital Media Practice. Polity Press.
Eriyanto. (2012). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. LKiS.
Fairclough, N. (1992). Discourse and Social Change. Cambridge: Polity Press.
Grehenson, G. (2024, 9 23). Calon Tunggal di 38 Daerah, Kegagalan Partai Politik Calonkan Kadernya Sendiri. Universitas Gadjah Mada.
Hanafie Das, S. W., & Halik, A. (2021). Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah & Relasinya Terhadap Profesionalisme Guru.
Kabanga,, L. (2023). Ideologi dalam pesan paskah 2023: pendekatan analisis wacana kritis dengan model Fairclough. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 6(4), 1095-1110.
Miller, K. (2015). Organizational Communication: Approaches and Processes (7th ed.). Cengage Learning, 7.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Mudde, C., & Rovira Kaltwasser, C. (2017). Populism: A Very Short Introduction. Oxford University Press.
Muslim, M. A. (2019). Kapabilitas dinamis dalam kepemimpinan: Studi atas kepemimpinan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. DECISION: Jurnal Administrasi Publik, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.23969/decision.v1i01.1445
Nurani, A. (2022). Fenomena Calon Tunggal dalam Pilkada: Tantangan Demokrasi Lokal di Indonesia. Jurnal Politik Lokal, 6(1), 45–58.
Partai Keadilan Sejahtera. (2023, Juni 18). Di Sambas, Aher cerita kesuksesannya pimpin Jawa Barat 2 periode. PKS.id. https://pks.id/content/di-sambas-aher-cerita-kesuksesannya-pimpin-jawa-barat-2-periode
Rahmawati, N. (2023). Krisis Kepemimpinan Nasional dan Pelemahan Demokrasi. Jurnal Politik dan Pemerintahan, 18(3), 210–225.
Rafi’I, A. N., D., K., & M., M. (2022). Pengaruh komunikasi organisasi dan gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai (Pada Bagian Humas dan Protokol Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Ilmu Komunikasi.
Romli, R. (2020). Implementasi strategi komunikasi “Bandung Juara” sebagai bagian dari city branding Kota Bandung. PRofesi Humas, 4(2), 263-289.
Rosadi, S. F. S., Yulyana, E., & Nababan, R. (2022). Media sosial YouTube sebagai sarana personal branding Dedi Mulyadi. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 6(3), 1–10.
Shibghotulloh, D. A. M., Al-Banjari, H., & Djuyandi, Y. (2021). Peran aktor dalam proses pembentukan dinasti politik (Studi kasus di Kabupaten Purwakarta). Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3(1), 1–16.
Sutrisno, H. E. (2019). Budaya organisasi. Prenada Media.
Tempo, M. (2023, Mei 20). Bocor Alus Politik. Bocor Alus Politik. Retrieved 05 25, 2025, from https://www.tempo.co/podcast/bocor-alus-politik
Wang, X., A. D, S., S., T., Z., Z., & F., F. (2020). Public discourse and social network echo chambers driven by socio-cognitive biases. arXiv.
Weyland, K. (2013). Latin America's Authoritarian Drift: The Threat from the Populist Left. Journal of Democracy, 24(3), 18–32